Rabu, 06 Mei 2020

Adab

BUSANA

DisusunOleh :
      Ali Zainal Abidin : B74219038

MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS  DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2020


Etika Berbusana
Adab berpakaian menurut ajaran Islam, berpakaian yaitu mengenakan pakaian untuk menutupi aurat, dan sekaligus  perhiasan untuk memperindah jasmani seseorang. Sebagaimana yang telah ditegaskan Allah SWT, dalam firan-Nya :

يبَنِيْ~ ادَمَ قَدْاَنْزَلْنَاعَلَيْكُمْ لِبَاثًايُوَارِيْ سَوْاتِكُمْ وَرِيْشًاوَلِبَاسُ التَّقْوى         

ذلِكَ خَيْرٌ طْذلِكَ مِنْاايتِ الله لَعَلَّهُمْ يَذَّكَُّرُوْنَ ﴿ الأءاف : ٢٦﴾
Artinya: “Wahai anak Adam! Susungguhnya Kami telah menyiapkan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagaimu tetap takwa itulah yang lebih baik.  Begitulah  sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalui ingat.” (Q.S. Al-A’raf:26)

Ayat tersebut telah memberi acuan cara berpakaian sebagaimana dituntut oleh sifat takwa, yakni untuk menutup aurat dan berpakaian rapi, sehingga tampak simpati dan berwibawa serta anggun untuk dipandangnya, bukan menggiurkan dibuatnya.
Sejak zaman purba orang sudah mengenal pakaian, pada zaman itu orang tidak begitu menghiraukan busana yang dipakainya, kecuali sekadar untuk menutupi rasa malu. Adapun tujuan berbusana adalah untuk melindungi diri terhadap iklim dari pengaruh luar serta untuk kemajuan peradaban  dan tidak lupa untuk menutupi auratnya bagi orang muslim.
Dengan berkembangnya seni memotong dan menjahit, berkembang pula seni berbusana yang menjadikan penampilan seseorang lebih menarik.
Syarat-syarat berbusana yang baik adalah :
Memenuhi syarat peradaban (rasa kesusilaan).
Memenuhi syarat kesehatan (melindungi tubuh dari ganguuan luar, panas, dingin gigitan serangga dan sebagainya).
Memenuhi rasa keindahan.
Dapat menutupi/menyamarkan kekurangan pada tubuh.

ETIKET ERBUSANA

Cara berbusana yang baik berarti penampilan diri (personal appearance) secara keseluruhan mulai dari dandanan rambut, wajah, badan, kaki, tangan, dan segala alat kelengkapannya sehingga member kesan penampilan diri secara indah, rapi, serasi, wajar, sopan serta luwes sesuai dengan etiket.
Manusia membutuhkan pakaian (sandang) untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok dasar sehari-hari di samping kebutuhan akan tempat tinggal (papan) dan makanan (pangan). Pakaian dapat memberikan keindahan, proteksi dari penyakit, kenyamanan, dan lain sebagainya. Tanpa baju/pakaian dapat mengakibatkan seseorang dikatakan gila. Berikut beberapa hal tentang etika berbusana yang baik menurut pandangan islam :


Menutup Aurat Bagian Tubuh
Saat ini banyak kita jumpai gadis dan wanita yang tidak menutup aurat dengan bajunya, sehingga dapat memunculkan rangsangan kepada kaum laki-laki yang melihatnya. Ada banyak pilihan pakaian yang tertutup dan sopan yang bisa digunakan tanpa mengurangi kecantikan perempuan. Seharusnya pemerintah memberikan teguran dan hukuman bagi orang-orang yang mengumbar tubuhnya.
Sesuai Dengan Tujuan, Situasi dan Kondisi Lingkungan
Jika ingin sekolah gunakanlah pakaian seragam sekolah, bukan pakaian untuk tidur (piyama), renang, kerja, dan lain-lain. Apabila suhu di luar rumah sangat dingin, gunakanlah jaket yang tebal, bukan memakai pakaian tipis.
Tampak Rapi, Bersih, Sehat, dan Ukurannya Pas
Pakaian yang dipakai sebaiknya pakaian yang telah dicuci bersih, disetrika rapi dan jika dipakai tidak kebesaran maupun kekecilan. Pakaian yang kotor merupakan sarang penyakit bagi kita diri sendiri maupun kepada oang lain yang ada di sekitarnya.
Tidak Mengganggu Orang Lain
Pakailah baju-baju yang biasa-biasa saja tidak mengganggu akivitas maupun kenyamanan orang lain. Misalnya menggunakan gaun wanita dengan ekor puluhan meter sangat tidak pantas jika kita gunakan di tempat seperti di bus umum.
Tidak Melanggar Hukum Negara dan Hukum Agama
Sebelum memakai pakaian ada baiknya diingat-ingat dulu hukum di dalam maupun di luar negeri. Hindari memakai pakaian yang bertentangan dengan adat istiadat, hukum budaya yang berlaku di tempat tersebut. Di mana bumi di pajak, di situ langit di junjung.

Dalam agama Islam diatur tata cara berpakaian perempuan dan laki-laki pada umumnya, hal ini dimaksudkan untuk menutupi aurat serta tetap menjaga kesopanan dan keindahan. Namun untuk para wanita, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam berbusana apalagi berbusana muslim, yaitu antara lain :
Menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan
Tidak ketat serta tidak menggambarkan lekuk tubuh
Tidak tipis serta tidak tembus pandang sehingga menampakkan kulit tubuh
Tidak menyerupai pakaian laki-laki
Diwajibkan untuk memakai kerudung, serta kerudung ini menutupi bagian dada
Tidak mencolok dan berwarna yang dapat menarik perhatian
Tidak menyerupai pakaian orang kafir
Bukan pakaian untuk mencari kemashyurukan
Namun sekarang ini banyak sekali perempuan berkerudung yang lupa akan bagamana cara berkerudung itu, karena mereka terpengaruh dengan mode serta trend pada era saat ini, sekarang jilbab/kerudung itu bukanlah sebuah pelindung bagi wanita melainkan sebagai hal yang dapat menarik perbuatan serta pikiran buruk.
Terdapat tiga hal yang menyebabkan seseorang tidak memahami bagaimana tata cara berbusana muslim yang baik berdasarkan agama, yaitu :
Mereka yang memakai belum paham arti menutup aurat serta batasan aurat
Kepekaan akan model yang ada di masyarakat, jadi wanita berkerudung itu hanya mengikuti trend berkerudung yang ada.
Kelabilan emosi seseorang yang menyebabkan mereka menjadi korban model


Busana Menentukan Pribadi Seseorang

Wanita dan pria lebih senang mengikuti mode yang serba mutakhir. Tetapi lepas dari semua itu, busana yang dikenakan  sebenarnya menggambarkan kepribadian kita.Wanita biasanya selalu ingin daripada yang lain dan kurang senang kalau pakaiannya disamai orang lain, walaupun kemungkinan itu tetap ada.
Busana yang sesuai dengan kepribadian adalah berbusana yang mencerminkan pembawaan dan watak si pemakai. Biasanya kita kurang menyadari bahwa pakaian yang tepat dan pantas berarti melengkapi diri sesuai dengan kepribadian, perwakilan/bentuk badan dan warna kulit seseorang. Pakaian harus disesuaikan dengan kepribadian si pemakai, misalnya orang pendiam atau pemalu tidak sama dengan orang lincah dan berani. Orang pendiam lebih banyak memilih model sederhana dan anggun, warna tidak mencolok. Sedangkan orang yang licah, mereka lebih banyak mengikuti mode yang lebih berani dengan warna yang mencolok. 
Dalam berbusana kita juga harus memperhatikan waktu dan kesempatan pemakaian, misalnya menggunakan pakaian pada waktu pagi hari, siang, dan malam hari. Berdasarkan kesempatan berbusana dibedakan menjadi lima macam, yaitu :
Pakaian sekolah atau pakaian kerja
Warna dan model umumnya sudah ditentukan oleh sekolah/tempat kerja masing masing, biasanya model bentuk seragam/jas.
Bahan yang bisa mengisap keringat.

Pakaian pesta
Pakaian pesta adalah pakaian yang dikenakan pada waktu menghadiri pesta, dalam menghadiri pesta dapat memilih pakaian nasional atau yang baru musim (mutakhir), seperti :
Pilihlah warna-warna yang meriah dan di sesuaikan dengan si pemakai. Misalnya, pagi dan siang hari pilihlah warna yang cerah (merah, hijau, kuning, oranye atau warna cerah yang lainya), sedangkan pada waktu malam hari bisa menggunakan warna emas atau perak.
Pilihlanh bahan yang mewah, misalnya sutera, brokat, wol, sintesis dan lain sebagainya.

Pakaian rekreasi
Pakaian rekreasi adalah pakaian yang dipakai pada waktu santai, dalam penggunaan pakaiannya bisa disesuaikan dengan tujuan dan tempat rekreasi.
Bisa menggunakan warna bebas dan memilih model pakaian yang santai, seperti memakai celana panjang dan kaos, celana panjang atau rok dan blus, gamis , dan lain sebagainya.
Pilihlah bahan yang mudah menghisap keringat

Pakaian rumah
Pakaian rumah biasanya dapat menggunakan pakaian yang lebih santai seperti, daster, blus dan kulot, gaun, rok dan kaos, baby dool, gaun tidur, piama, dll. Untuk pakaian tidur sebaiknya jangan memilih warna yang terlalu mencolok, dan pilih model pakaian yang sederhana dan agak longgar.

Pakaian berkabung
Pakaian berkabung adalah pakaian yang dikenakan pada waktu berduka cita. Sebaiknya dalam memilih warna pakaian jangan menggunakan warna hitam, pilihlah warna bebas dengan model seerhana serta menggunakan kerudung yang sewarna dengan busana yang dikenakan.


Berhias diri

Berhias merupakan suatu kegiatan berdandan atau merapikan diri baik fisiknya maupun pakaiannya.  Berhias dalam pandangan Islam merupakan suatu kebaikan dan sunah untuk dilakukan, sepanjang beribadah atau dalam hal kebaikan.
Menghiasi diri agar dapat  tampil menarik dan tidak mengganggu kenyamanan orang lain yang memandangnya, adalah suatu keharusan bagi setiap muslim, terutama bagi kaum wanita di hadapan suaminya, dan kaum pria dihadapan istrinya. Pada dasarnya wanita ingin selalu tampil cantik, oleh karena itu diperlukan tata rias atau berhias diri. Dengan tata rias seseorang dapat menambah kecantikan pada wajah, menonjolkan bagian-bagian wajah yang indah serta menutupi bagian yang kurang sempurna pada wajah.
 Kemudian berhias diri dengan mempercantik tampilan, disamping berpakaian seseorang perlu menggunakan pelengkap pakaian. Pelengkap pakaian dikelompokkan menjadi dua macam yaitu:
Pelengkap pakaian yang berfungsi sebagai alat dan pelindung disebut milineris, misalnya : tas, sepatu, sandal, ikat pinggang, topi, kaca mata, dan sebagainya. Umumnya pelengkap pakaian ini tidak dapat ditinggalkan, karena berfungsi untuk melindungi kaki, membawa barang-barang, melindungi mata dan sebagainya.
Pelengkap pakaian yang berfungsi sebagai keindahan atau pemanis (aksesoris), misalnya : perhiasan, jam tangan, bros, dasi, pita, syal, dll. Tujuanya tidak lain untuk menambah keindahan dalam berbusana.

Manfaat dari berhias diri sendiri yaitu dapat menimbulkan rasa percaya diri dalam etiap penampilan, terlihat rapi dan menarik, serta dapat menambah kecantikan dan keluwesan. Dalam memakai perhiasan atau aksesoris harus memperhatikan tempat, waktu dan keadaan. Untuk ke sekolah misalnya tidak perlu memakai perhiasan yang berlebihan, kecuali jika untuk pergi ke pesta, itupun juga harus dihindari jangan sampai berlebihan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan atau memakai pelengkap pakaian :
Hendaklah memilih yang sesuai dengan keadaan masing-masing, misalnya dilihat dmulai dari usia tua, muda, remaja, anak-anak.
Bedakan/pisahkan perhiasan sehari hari, resepsi, atau rekreasi.
Lihat cara pemakaian pada waktu siang /malam hari.


Islam sangat menganjurkan untuk berhias diri atau mempercantik diri, namun harus tetap memperhatikanya, tidak terlalu berlebihan serta tidak melanggar kaidaih-kaidah agama atau melanggar kodrat kewanitaan dan kelaki-lakian.
Wanita tidak boleh berhias dengan cara laki-laki, begitu pula dengan sebaliknya laki-laki tidak boleh berhias layaknya seorang wanita.  Sebab yang demikian itu sangat  dilarang dalam ajaran Islam. Perhatikan sabda Nabi Muhammad saw, yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib;

لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلّرِجَأَل اْلمُتَشَابِهِيْنَ بِالنِّسَـاءِ

وَالنِّسَـاءِوَالنِّسَـاءَاْلمُتَشَابِهَاتِ بِالرِّجَالِــ. ﴿رواهالداقـطنى﴾

Artinya :

“Rasulullah saw, membeci laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki.” (H.R. Daruquthni)

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa  berhias menurut ajaran Islam harus sesuai dengan adab dan tata cara yang Islami.

Sehingga perbuatan untuk dapat menghiasi diri, selain membuat penampilan menjadi indah dan menarik, juga mendapat nilai ibadah dari Allah Swt.


TIPS UNTUK BERPENAMPILAN NYAMAN DAN BAIK

Pilih busana dengan kualitas potongan dan jahitan yang baik.
Pilih jenis model busana yang sesuai dengan usia, warna kulit, kondisi acara,dan  profesi diri.
Untuk pekerjaan yang serius, hindari memilih warna menyolok seperti oranyeatau shocking pink. Pilihlahwarna pastel.
Perhatikan dress code (kode busana) saat menghadiri suatu acara.
Jangan gunakan tas bertali panjang saat berkebaya / busana nasional.
Hindari busana kerja yang bercorak besar dan ramai, mengkilap, bertumpuk-tumpuk, dan banyak asesoris.
Untuk keadaan formal, hindari jas kotak-kotak, dasi berwarna mencolok dan ramai, jas dan pantalon yang berbeda warna, tabrak motif.

26 komentar:

  1. Alhamdulillah sangat bermanfaat, barakallah sukses selalu

    BalasHapus
  2. Subhanallah sangat bagus materinya dan mudah di pahami

    BalasHapus
  3. Terimakasih, dapat digunakan sbg referensi🙏

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah, terimakasih banyak kak atas ilmu nya, semoga allah memberikan kita kemudahan dalam menuntut ilmu...

    BalasHapus
  5. alhamdulillah, sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus
  6. Alhamdulilah sangat bermanfaat

    BalasHapus
  7. Semoga bermanfaat bagi umat manusia

    BalasHapus
  8. Semangat buat pemakalah semoga bermanfaat

    BalasHapus
  9. baguus tuu buat anak jaman sekarang

    BalasHapus
  10. Sipp bermanfaat mudah di pahami, penjelasan sangat detai dan menarik untuk di baca

    BalasHapus
  11. Alhamdulillah sangat bermanfaat sekali. Dan juga ada hadist-hadist di dalamnya.

    BalasHapus
  12. Alhamdulillah sangat bermanfaat sekali. Dan juga ada hadist-hadist di dalamnya.

    BalasHapus
  13. Wah pembahasannnya mudah sekali untuk dipahami. Terimakasih telah menambah ilmu baru buat saya

    BalasHapus
  14. Detail bangett.. Mantabb👍

    BalasHapus
  15. Alhamdulillah shohih, mudah di mengerti

    BalasHapus